Sebelum aku cerita tentang satu pengalamanku ini aku mau kasih tau dulu apa itu PPGD, PPGD adalah singkatan dari Pelatihan Pertolongan Gawat Darurat, nah itu adalah salah satu kegiatan pelatihan untuk anak pramuka penegak yang dilaksanakan oleh Saka Bakti Husada, nah awalnya aku dapet undangan untuk ikutan acara itu dari temen Pramuka ku yang bersekolah di sekolah sebelah hehe, lalu aku berikan pada pembinaku disuratnya sih harusnya mengirimkan perwakilan dari Ambalanku / basisku dari Pramuka 2 orang putra dan 2 orang putri, nah tapi putra dari ambalanku pada susah untuk diajak dan akhirnya terpilihlah Aku yang kebetulan menjabat sebagai Pradana/Ketua di ambalanku Kujang Widuri, Karima sebagai wakil Pradanaku, Kania sebagai Juru Adat, dan Selisa sebagai Hartaka/ Bendahara.
Nah sebelum acara pelatihannya ada pertemuan dulu atau bisa disebut Tekmit, nah dengan bawa seluruh persyaratanya untuk ikutan pelatihan ini kami ber4 datang untuk tekmit yang bertempat di Taman Pramuka, dan saat sudah sampai cukup banyak juga Pramuka dari Ambalan atau basis lain yang ikut Tekmit, lumayan nambah-nambah temen hehe. Dan saat itu kita diberitahu kapan pelaksanaanya dan barang apa saja yang harus di bawa, Dan salah satu barang yang harus disiapkan untuk dibawa nanti adalah Tandu, ya Tandu dari bambu, awalnya aku bingung harus mencari kemana tapi nanti saja kupikirkan bareng temen-temenku. Tekmit pun selesai dan pelaksanaanya itu 3hari pelatihan 1hari untuk teori dan 2harinya lagi untuk Praktek. Dan hari pertama Pelatihanpun dimulai hari itu dari pagi sampai sore kita teori dan ini buatku dan temen-temen lain ngantuk wkkk, dan ada istirahatnya juga jam 11 sampai set1 untuk makan dan sholat, oiya untuk pelatihan ini bertempat di Pusat Kesenjataan Kavaleri TNI-AD (pussenkav) yang letaknya cukup jauh dari daerah rumahku dan temen-temenku naik angkot 2 kali untuk sampai disana. Oiya ternyata saat hari H nya banyak sekali yang ikutan Pelatihan ini, maklum saja inikan diikui oleh Pramuka se-kota Bandung, kira-kira +- ada 200 orang yang ikut. Nah udah selesai teori ini kami membentuk lingkaran semuanya diacak berurutan sesuai bulan lahir, lalu diurut lagi sesuai no sepatu dari yang terbesar, lalu kami disuruh berhitung 1-4 nah sudah itu no yang kita sebutkan itulah no kelompok kita, dan aku mendapatkan no 3 dan lalu semua bergabung dengan kelompok sesuai yang disebutkan saat berhitung, ini dipisah untuk putra 4 kelompok dan putri 4 kelompok, semuanya ada 8 kelompok.
Dan taraaaaa kebetulanya dari 4 kelompok, aku dan teman-temanku semuanya berpisah masuk dalam kelompok yang berbeda gak ada yang bareng:( yaahhh, padahal sekolah lain ada yang bareng, kan lebih mudah dan enak, kita semua sedihhh disitu yah kita pisah.. dan dikelompoku untungnya temen-temenya pada asik dan gampang untuk bersosialisasi, langsung deh kita pada kenalan dan nyebutin ambalan masing-masing kebetulan juga aku paling tua karena sudah kelas 12 yang lain pada kelas 10 dan 11, dan satu-satunya yang sudah Bantara dengan talikur kuning sebagai tanda Pradanaku, melengkapi atribut baju pramukaku, dan dari situlah aku ditunjuk jadi Ketua kelompok dan temanku Selisapun jadi Ketua dikelompoknya, nah dari seluruh ketua ini ada Ketuanya lagi yang memimpin semua nya, waktu itu dipanggil Busuk (Ibu pasukan) dan Pasuk (Bapa pasukan) atau bisa dipanggil kapten dan itu dipilih dari ketua-ketua kelompok dan majulah kami semua ketua dari 8 kelompok ke depan lalu dikocok no kelompoknya siapa yang jadi Pasuk dan Busuk dan saat dibuka kertasnya no.3 haaaaaaa aku jadi Busuknya atau kaptenya adeuhhh dan ada Rangga sebagai Pasuknya, oke tugasku semakin berat inimah:( tapi yaudah mau bagaimana lagi harus kuterima.
Dan sudah itu kami 1 kelompoknya harus membawa Tandu 2 pasang aduhhh gimana bawanya nih mana tandu gede, berat aaaa dan dikelompokku dibagi-bagi siapa yang membawa Bambu dan Talinya, dan aku kebagian membawa 2 bambu ukuran 1,2m 2 dan tali tandu, oke kataku padahal gaktau harus kucari kemana, dan ada selang waktu seminggu untuk kita cari bahan untuk tandu dan persiapan nanti untuk praktek dan hari pertamapun selesai pulangnya kita ber4 Aku, Selisa, Kania, Karima kumpul dulu untuk memikirkan bagaimana untuk tandu Mereka masing-masing harus bawa bambu juga, dan kita bingung darimana, maka dari itu aku dan Kania mengajukan dana ke sekolah untuk keperluan ini, ya jelas ini juga kan aku mewakilkan nama sekolah, dan aku dipanggil menghadap kepala sekolah, ini bukan pertama kalinya aku juga dulu pernah dipanggil kepala sekolah untuk kegiatan kepramukaan, aku ngajar pramuka tiap sabtu di SMAku saat orang lain libur aku relakan waktu liburku untuk mengajar tak apa mungkin akan jadi pengalaman buatku, dan aku jelaskan dana nya untuk apa saja. Dan syukurlah disetujui dan diberi dana untuk membeli bahan Tandu yaitu tali dan bambu, yang kita gunakan talinya harus kuat bukan sekedar tali pramuka kita beli tali untuk panjat tebing gitu. Agar kuat kata kania karena dia tau soal tandu karena dia dulunya waktu SMP adalah Komandan PMR.
Lalu aku dan kania bingung cari dimana talinya lalu kami beli saja di pelatih PMR nya Kania waktu SMP dan alhamdulillah sudah dapat talinya yang cukup untuk 2 tandu, lalu aku, Beberapa hari kemudian, tepatnya hari jum'at Aku, Kania dan Karima pergi ke Pahlawan ke Toko bangunan yang menjual bambu tak kami pikirkan cara membawanya gimana, ya kami perempuan semuanya lagi ah ingin nangis rasanya siang bolong pulang sekolah nyari bambu, dan lalu dapat langsung ku minta dipotongkan sesuai ukuran tandu ke emang-emang nya dan selesai, lalu kami ber3 menalikan bambu tersebut agar mudah dibawa, dan lalu kami bawa barengan, niatnya disimpan dirumahku dulu dan nanti Kania nyamper kerumahku saat pelatihan besok, jadi kita bawa barengan, dan lalu kami ber3 bawa bambunya sambil panas-panasan kitateh cape semuanya, tapi kagok terusin aja, karena harus jalan dulu sebelum mau naik angkot, ih ternyata debu bambunya banyak nempel kasura ke tangan itumah tangan kita udah penuh sama merang bambuu aaaa gatel serem jugaaa nempel-nempel ke kulit ihh pengen nangis aselinya mana berat lagi bambunya banyak:'(
Dan daripada ribet kami carter angkot aja tapi Karima gakbisa ikut kerumahku dan aku dan Kania sisanya yang harus bawa kerumahku beban semakin berat saat sampai rumahku langsung kita simpan bambunya cuci tangan langsung istirahat aseli inimah perjuangan, perempuan tangguh hebat kitamah win sok perempuan lain mah gak yakin mau kayak kita bawa bambu panas-panas kasura, iya kania kataku, dan mamahku bikinin kita makan dan kita makan dulu. Setelah itu yang harus kita lakukan yaitu ngehampelasin bambunya yang banyak merang, debu yang bikin kasuranya lalu dicuci disikat didepan halamanku aku dan Kania ngehampelasin dan nyikatin bambu aseli inimah nguli dan luar biasa capenya mana besoknya harus berangkat jam5 ke pussenkav, oke gak apa semangatt!!!!! Akhirnya beres dan lalu ku tali bambunya agar rapi dan besok mudah dibawa.
Keesokan harinya, saat tiba waktu untuk Praktek Pelatihan, Kania minta dijemput di masjid dekat SMA DH jam set5 aku mau gak mau takut gak takut harus jemput dia karena bilang cepet aku takut nunggunya, lalu aku bismillah saja dan saat lewat suatu jalan deket rumahku ada yang suara "koeekkk" pas banget ditelingaku, astagfirullah dalam hatiku aku takut tapi tak teriak aku hanya lari sekencang mungkin tanpa berhenti walau enggap terusku lari sampai masjid dan ketemu kania lalu kuceritakan kejadian tadi, dia takut, ya apa lagi aku yang merasakan ah sudahlah lupakan.
Sampailah dirumahku dan lalu bawa bambu dan langsung pergi karena takut telat bawa berdua sama Kania untuk ketemuan sama Karima dan Selisa di Dipatiukur, sampai situ kujalan bawa bambu yang Berat. Kita carter angkot dan sampailah di pussenkav, semuanya melihat ke kita semua perempuan yang bawa bambu banyak oke itulah kami yang memakai kaos hitam, celana PDL dan kacu.
Lalu paginya kita lari dulu, di pussenkav itu rasanya aku sudah jadi seperti tentara lari berbaris rapih dan aku sebagai kapten yang memimpin lari ini paling depan, saat berlari dari kelompok laki-laki terlihat seperti ada yang melihat ke arahku aku lihat dan benar ada seorang laki-laki yang entah dari ambalan atau basis mana melihat ke aku dengan sedikit senyum, ah apasih kataku sambil tak ku hiraukan lagi, tapi saat beberapa putaran berlari rasanya aku ingin terus melihat ke arah laki-laki itu tapi aku urungkan tapi ternyata aku menoleh dia masih melihat ke arahku jantungku berdebar rasanya, ialah laki-laki yang berbadan lebih dari tinggi karena tinggi sekali, kulitnya yang hitam manis dengan sedikit kumis tipis, rambutnya cepak seperti tentara.
Dan lari pagipun selesai lalu kami duduk lagi diruangan sambil istirahat sejenak dan ternyata disampingku tepat laki-laki itu, yang dari tadi melihat ke arahku tapi ah gak aku tanggapi karena dia lihat punya mata kan. Setelah itu kami pos-posan untuk tiap post nya ada pembelajaran untuk mengevakuasi korban di tebing, jurang, gua, celah kecil, selokan, kebakaran, serta cara-cara nya yang benar, cara membuat tandu, macam-macam pembidaian di tangan kaki kepala dll, masak higienis untuk para korban, itulah isi-isi dari posnya dan masih banyak lagi pembelajaran lainnya. Pokonya hari itu sangat melelahkan dan juga seru!
Keesokan harinya, seperti biasa lari pagi dengan seperti kemaren laki-laki yang menatapku tiap belokan keliling lapangan pussenkav, ah ada ada saja ini, aku takut aku jadi menyukainya, tapi tak ku hiraukan aku abaikan.
Setelah itu saat sudah dalam ruangan panitia menyuruh tiap kelompok memilih satu orang yang kedepan entah untuk apa, dan aku kedepanlah karena dipilih, tak semua ketua yang maju hanya beberapa dan sisanya anggota biasa, lalu aku dan yang terpilih lainya diajak kebelakan ke ruangan lain, lahhh mau kemana kita aku fikir, ternyata dibelakang kita diberi amplop yang isinya kasus ada yang patah tulang tangan, kaki, cedera kepala dll. Nah kami ternyata harus berperan menjadi korban atas kasus itu ada yang sadarkan diri dan tidak, kami di make up layaknya orang cedera beneran, luka berdarah dan lain-lain, aku kebagian jadi korban bencana patah tulang kaki kanan aku dan yang lainya harus akting nantinya hihihi. Ini seru menurutku mereka yang lain gak tau kami perwakilan menjadi apa, dan lalu kami pergi ke tempat yang masih dalam kawasan pussenkav seperti banyak pohon gitu tempatnya kami perwakilan yang jadi korban dipisah ada yang dekat mobil ada yang bawah pohon pura-pura pingsan, dan aku di bawah pohon dengan keadaan sadar menunggu kelompoku menjemput dan mengevakuasi ku sebagai korban, cukup lama aku nunggu disana saat kelompok lain sudah ada yang datang untuk mengevakuasi dan tepat sebelahku ada perwakilan dari kelompok laki-laki yang melihatiku terus dan dia datang mau menolong temannya, dia melihat ke aku sambil ngetawain lihat wajahku cemong oleh darah, yang pasti darah hasil make up hihihi, aku malu dan lalu memalingkan wajahku.
Lalu saat beberapa menit datanglah teman yang akan mengevakuasiku teman kelompokku dan aku akting kesakitan mereka langsung mengobati kakiku yang patah ceritanya, lalu kakiku dibidai dengan kayu agar tak terjadi pergeseran tulang yang parah, lalu aku dinaikkan ke tandu lalu saat setelah itu, mulai lah pos posan lagi dengan kelompokku membawa aku ditandu, aku kasihan ke mereka gak tega pada cape berat bawa aku waktu itu, aku sih hanya diam sambil digotong hanya pegel kaki yang ditahan oleh kayu dengan terus lurus. Pokoknya banyak post yang kami lewati pokonya aku sudah digusur diangkat dibawa lewat selokan aseli badanku di simpan di atas punggung temanku sambil dia tiarap gak tega sebenernya tapi mau gimana lagi, kalau aku tau jadi korban saat perwakilan aku suruh kelompokku yang badanya kecil agar gak berat dibawanya.
Ada satu hal lagi yang bikinku grogi saat aku memimpin pemanasan saat sebelum lari didepan semuanyaaa, aaaa waktu itu aku malu dan gakbisa mimpin gerakan apa saja aku bingung aku contohkan saja yang aku tau pemanasan untuk latihan basket, tapi akupun bingung bagaimana dan akhirnya majulah ka Tito senior di Pramuka membantuku, yang saat itu dia menjadi peserta PPGD, aku suka lihat baju pramukanya yang penuhhhh sekali dengan penghargaan renceum kalau kata bahasa sundamah, baru lihat baju pramuka penuh dengan macam brivet dari berbagai pelatihan, ini keren.
Hari ini selesai dan pastinya sangat lelah dan masih banyak hal dalam PPGD ini yang tak bisa kuceritakan semuanya.
Akhir acara kita sambil duduk dan sudah ganti baju dengan pakaian pramuka lengkap melihat dilayar besar depan ruangan foto-foto kita saat pelatihan waktu itu sedih rasanya harus berakhir, karena PPGD ini seru walau lelaaaahhhh sekali dan banyak perjuangan tetapi ini satu pengalaman hidupku yang gak bakal aku lupakan. Dan selesai acara ini saat mau pulang aku dan teman-teman lainnya foto-foto bersama, dan saat mau pulang laki-laki yang melihat keaku terus itu minta no hpku katanya sih buat jarkom untuk kalau ada kumpul lagi untuk pengambilan brivet dan sertifikat lalu ku kasih saja, saat dirumah dia sms aku begitulah beberapa minggu kami smsan dan saat tiba pengambilan brivet dia menembakku langsung di taman pramuka, lalu aku terima dan kami pacaran, walau kami jarang ketemu dan hanya smsan saja, aku tak mengerti dalam pertemuan singkat aku bisa suka kedia begitu pun dia, namanya rizky bachtiar aku tau namanya saat aku udah deket saat smsan, saat pelatihan aku gak pernah tau nama dia siapa. Waktu itupun saat ada acara Angklung days dia ikutan, katanya sekalian mau bertemu aku, dia buatkan aku gantungan boneka burung hantu buatan dia sendiri, aku suka, seneng sekali aku ini suka banget burung hantu dan dia tau itu, dia kasihkan itu dengan dibungkus kado di depan semua teman-temanku.
Aku pun dengan kapten ppgd putra yaitu Rangga smsan hanya saat waktu pelatihan untuk menanyakan bawaan untuk pelatihan, untuk dijarkomkan ke teman-teman semua.
Dan ada lagi namanya Billy dia panitia dari PPGD itu yang chatingan denganku saat waktu pelatihan itu, entah darimana dia dapat pinku waktu itu.
Saat aku sudah pacaran dengan rizky gak pernah aku balas pesan atau chat dari laki-laki lain yang mendekatiku. Waktu itu kami sempatkan waktu untuk bertemu sekedar nonton dan makan itupun bareng dengan temenku Kania yang saat itu dia dengan pacarnya juga, Rizky ini masih kelas 1 dan aku kelas 3 waktu itu lama-lama ada hal yang bikin kita tak bisa barengan aku terus diteror oleh mantannya, katanya mantan yang selingkuhi dia, dan Rizky bilang gak mau banget sama cewe kayak gitu, ya aku tak tau, lalu kelamaan Rizky ini sering promotin pin cewe aku curiga akan satu perempuan yang ia promotin dengan emot senyum, lalu aku invite saja dan betul kecurigaanku, wanita ini menjadikan chatingan dia dengan rizky yang mana rizky nya perhatian ke dia gitu bilang jangan nangis atuh jangan sedih dll lah lalu kukirimkan pada rizky dan dia bilang hanya temen, tapi aku terlanjur kecewa dan gak mau, aku gak bisa, aku orangnya cemburuan dan gakmau pacarku perhatian ke cewe lain, saat itulah aku putusin dia dan yaudah kalau itu mau kamu, katanya udah aja gak ada perjuangan apa gitu ke aku, sebagai perempuan pastinya ingin diperjuangkan tapi gak ada, dia cuma bilang tapi aku masih sayang dan cinta sama kamu, ah aku gak percaya lagi padanya, karena sebelumnya dia udah janji gak deket sama cewe lain, aku sebenernya juga masih ada rasa ke dia hanya kecewaku padanya lebih besar, dan banyak hal lagi yang aku fikir kita gak cocok. yaudah semenjak itu kita putus dan beberapa minggu kemudian dia balikan dengan mantanya itu lah, yasudah itu haknya terserah dia. Sudah tidak ada lagi perasaanku untuk laki-laki seperti itu, aku bersyukur aku dijauhkan dari orang seperti itu, kehadiranya hanya untuk pembelajaran buatku. Jauh dari hari itu aku sering bman dengan Rangga dan Billy hanya sekedar mereka suka cerita ke aku tak lama Rangga bilang dia menyukaiku, saat itu aku minta maaf tak bisa suka kembali ke dia karena waktu itu aku udah suka sama orang lain, dan gak apa katanya, lalu dia minta permintaan ke aku buat jadi sahabat dia, tempat dia curhat, oke kataku dan maaf, iya gak apa katanya, seiring berjalan waktu dia udah punya pacar, dan aku ikut senang akan hal itu.
Dan saat saat itupun Billy nanya kamu udah punya pacar belom? Katanya, belom aku balas gitu aja, terus dia bales aku suka sama kamu winda, haaah kenapa bisa suka kataku? , karena kamu baik katanya, hehe makasih kataku, mungkin dia juga tau aku gak bisa suka kembali ke dia, tapi dia masih suka bmin aku, tapi udah gak ku balas lagi, bukan maksud mengabaikan, ada hal yang tak bisa kuceritakan saat itu perasaanku sedang sakit hati, aku gakmau chatingan atau smsan sama siapapun aku mau sendiri tanpa ada yang mengganggu waktu itu.
Seiring jalanya waktu itu semua hanya masa laluku, aku tau saat hatiku merasakan suka atau sakit hati karena seseorang, berarti hatiku berfungsi dengan baik, itulah yang dikatakan pidi baiq yang aku baca di twitternya, aku suka mentionan sama dia, dia penulis idolaku yang baik niat balesin mention satu persatu.
Itulah dulu aku, dengan pengalamanku, dengan hari baik dan burukku saat itu. tapi hari ini dan sampai nanti aku mau bahagia terus, karena jika ku fikir aku bahagia maka akan begitu, jika tidak maka tidak. Aku yang membuat aku menjadi bahagia:) sebagai tuan dari hatiku:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar