Dengan awan-awan yang selalu berjalan-jalan, bersamaan dengan cahaya mentari pagi ini. Bumi pasundan yang gak ada salju, karena beriklim tropis, ini hebat aku suka, karena bikin aku gausah kedinginan. Tempat nafas, rindu, dan cinta. Angin muson barat, muson timur yang pernah kutemui didalamnya, dengan pasukan hujan yang menyerbu didalamnya, embun pagi, bahkan senja indah didalamnya dan pelangi yang muncul sebentar. Tempat aku dilahirkan ini lah kotaku, Bandung namanya, 1kata yang didalamnya mencakup banyak hal apalagi kebahagiaan. Terimakasih mau menerimaku, menerima aku lahir disini, hidup dan aku mau selama-lamanya, ahh dilema. Banyak hal yang aku rasakan disini, boleh kan aku mencintai kotaku, yang menemani ku sejatinya, dan apa adanya dengan segala kelebihan dan kekuranganku, salah satu manusia yang bersyukur dalam sujudku setiap harinya di kota ini. Dengan segala prospek berkembang biaknya dan memperbaiki untuk buat jadi lebih baik. Kuat seperti cinta. Perjalananku di Bumi ini dengan segala rasa yang kurasa di kota ini, kota yang ramai dan hangat seindah lembayung senja, menentramkan hati. Dengan segala hal yang aku rasa senang, sedih, sunyi, bahagia, dan masih banyak lagi. Kebahagiaan yang sejati, hal yang aku mau dan aku perjuangkan buat bahagia, yang selalu ditemani oleh Bandung, untuk waktu itu, ini, dan nanti.
Bandung, 2015.