Kau adalah tiap bait majas yang pernah kutulis
Namun tak pernah ku baca lagi
Yang tertumpuk dalam buku yang berdebu
Yang isinya perlahan aku hilangkan
Hilangkan bersama tiap detik yang berguguran
Hilang terbawa angin bersama debunya yang mendera hatiku
Kini ku akan tinggalkan majas itu
Majas yang tak pernah menghargai ku
Majas... semoga kau bahagia menunggunya
Menunggu yang tak melihat ke arahmu
Yang tak tulus menulis mu seperti aku
Semoga kau pergi bersama senja pada setiap datangnya kelam malam
Yang membawamu kekal bersama nirwana
Aku akan pergi membawa buku baru
Dan akan ku tulis majas yang baru
Bersama merdunya gemuruh ombak
Yang akan membawaku merasa bahagia
Bahagia dihargai dan dimengerti
Tak akan pernah ku tenggok lagi majas berdebu itu
Untuk apa menenggok masa lalu pilu yang tak pantas untuk ku baca lagi
Akan ku tulis majas baru yang indah yang isinya kesungguhan dalam tiap frasanya...
Winda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar